Cingebul, 22 Mei 2026 - Pagi itu, udara di Desa Cingebul masih terasa sejuk saat sinar matahari mulai mengintip di sela-sela pepohonan. Namun, ada yang berbeda dengan suasana di SD Negeri 2 Cingebul. Sejak pukul 06.30 WIB, halaman sekolah yang biasanya riuh dengan canda tawa siswa yang berlarian, perlahan berubah menjadi pemandangan yang menyejukkan mata. Ratusan siswa, mulai dari kelas 1 yang masih tampak mungil hingga kelas 6 yang mulai beranjak remaja, berkumpul di halaman sekolah.
Kegiatan rutin "Beriman dan Bertakwa" kembali digelar. Program ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sebuah agenda prioritas yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di minggu ketiga setiap bulan. Bagi warga SD Negeri 2 Cingebul. Tepat pukul 07.00 WIB, kegiatan dimulai, seluruh siswa tampak rapi mengenakan seragam sekolah, duduk bersimpuh di atas alas yang telah disiapkan di halaman. Salah satu aturan yang ditekankan adalah siswa diwajibkan sudah berwudhu sejak dari rumah. Hal ini bukan tanpa alasan; selain untuk efisiensi waktu, aturan ini melatih kesiapan batin siswa dalam menyambut kegiatan ibadah. Di tangan mereka, terselip kitab Juz Amma yang akan menjadi panduan utama dalam agenda literasi Al-Qur'an pagi itu.
Rangkaian acara dibuka dengan lantunan Asmaul Husna secara bersama-sama. Suara merdu anak-anak yang menyebut asma Allah menggema, menciptakan atmosfer yang khidmat dan menggetarkan hati bagi siapa pun yang mendengarnya. Setelah itu, halaman sekolah berubah menjadi "ruang kelas raksasa" saat kegiatan tadarus surah-surah pendek dimulai. Dengan bimbingan bapak dan ibu guru, para siswa membaca ayat demi ayat dengan penuh ketelitian.
Tidak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan tausiyah singkat. Materi yang disampaikan oleh bu Maratus Solikhah, S.Pd dikemas dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, seperti pentingnya kejujuran, adab kepada orang tua, hingga cara menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. Sebagai penutup rangkaian ibadah, dilaksanakan pengumpulan infak Jumat. Di sinilah nilai empati siswa diuji; mereka belajar untuk menyisihkan sebagian uang saku demi kepentingan sosial dan kemanusiaan.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Cingebul menegaskan bahwa kegiatan ini adalah pilar penting dalam membentuk profil Pelajar Pancasila. "Kami ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati secara spiritual. Berwudhu dari rumah dan hadir tepat waktu adalah bentuk latihan disiplin positif yang kami tanamkan," ungkap beliau.
Melalui kegiatan ini, SD Negeri 2 Cingebul membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang kelas. Di bawah langit pagi Cingebul, nilai-nilai ketakwaan ditanamkan, dipupuk, dan diharapkan akan tumbuh subur menjadi kepribadian yang luhur bagi seluruh siswa di masa depan. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama, menandai kesiapan seluruh warga sekolah untuk melanjutkan aktivitas belajar-mengajar dengan semangat baru yang lebih berkah.


0 Komentar